Orang Sehat Selalu Rutin Memeriksa Kesehatan

Pertengahan tahun 2016, saya ketahuan menderita high kolesterol dan asam urat berlebihan. Hasil pemeriksaan darah di laboratorium Rumah Sakit Siloam Kupang menunjukan bahwa kolesterol dan asam urat tinggi. Semenjak itu, saya berjuang uutuk menurunkan kolesterol (total, LDL, HDL) dan asam urat dalam tubuh yang melampaui rujukan normal.

Selain mengonsumsi obat dokter, berbagai upaya saya lakukan atas saran dokter seperti menghindari makanan berlemak, berolahraga, dan mengonsumsi lebih banyak sayur daripada nasi bahkan kadang tidak makan nasi sehari. Namun setelah tiga bulan dilakukan pemeriksaan laboratorium ulang, ternyata kolesterol jahat dan asam urat belum kembali ke rujukan norma.

Penanganan medis masih terus berlanjut hingga di suatu waktu, tepat bulan Agustus 2017 ternyata berbagai upaya tersebut membuahkan hasil yang gemilang. Hasil laboratorium yang saya terima per 29 Agustus 2017 menunjukkan kolesterol dan asam urat sudah kembali ke angka normal. Berat badan saya sebelumnya 73 kg, turun 66 kg. 
                                                                 Sebelum diet


Sesudah diet

Menurut dokter yang menangani permasalahan kesehatan saya saat itu, selain pola makan, kegemukan merupakan salah satu faktor pemicu gangguan kolesterol. Jika hal ini dibiarkan berkelanjutan maka buntutnya bisa menderita serangan jantung. Tapi beruntunglah bahwa berkat campur tangan paramedis, gangguan kesehatan saya tersebut dapat teratasi dengan baik.


Tetapi menurut dokter juga bahwa yang tubuhnya kurus menjadi jaminan bebas kolesterol jahat. Karena pola makan juga berpengaruh terhadap kolesterol . Walau bertubuh kurus tapi kadang dari hasil pemeriksaan laboratorium nampak bahwa kolesterol jahat (LDL) lumayan tinggi. Kok bisa ya? Yah tak selamanya tubuh kurus luput dari resiko peningkatan kolesterol. Semua ini karena pola makan yang sering mendewakan makanan yang kaya lemak. 

Jadi, kolesterol jahat bukan hanya menyerang yang gemuk (obesitas). Yang kurus pun bisa mengalami gangguan ini. Kurus memang bukanlah anugerah. Namun sesekali bisa menjadi bencana. Demikian pula gemuk. Tak selamanya gemuk itu bencana. Sesekali ia adalah anugerah, walau tak selamanya gemuk itu anugerah

Teman-teman yang baik. Saya mau katakan begini, deteksi dini terhadap penyakit sesuai gejala yang nampak melalui pemeriksaan laboratorium mesti menjadi suatu keharusan. Jangan tunggu sakit parah baru bergegas berobat. Sakit ya sejatinya harus berobat. Itu hal yang wajar dan baik. Tetapi alangkah lebih baik jika melalui penanganan penyakit di sektor hulu. Jangan menunggu sampai sakit akut baru bergegas berobat. Orang sehat itu org yang selalu memeriksa kesehatan secara rutin.

Komentar