Dari Pelosok Memikat Flobamora

Oleh Yohanes Peu

SMPK Sint Pieter Lolondolor, sebuah sekolah di ujung timur kabupaten Lembata tepatnya berada di desa Leuwayang kecamatan Omesuri Lembata. Mungkin banyak yang belum mengetahui lembaga pendidikan ini. Bagi publik Lembata, tentu tidak asing lagi bagi mereka tapi publik NTT mungkin banyak yang belum mengenalnya. Di sekolah ini dibentuk sanggar seni dan budaya yang diberi nama ‘Uyelewun.’ Di sanggar inilah siswa – siswi SMPK Sint Pieter Lolondolor dibekali seperangkat pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang bagaimana mengeksplorasi dan bahkan mengeksploitasi (memperkenalkan) seni dan kebudayaan masyarakat Kedang (sebutan untuk kelompok masyarakat adat di bagian timur kabupaten Lembata). Dan yang lebih menonjol dari sanggar seni budaya ini adalah tarian ‘Hedung Huriq’ yang dibawakan saat perlombaan tarian pada ajang festival seni dan budaya tingkat propinsi NTT tahun 2011 yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Agustus 2011 di Taman Budaya propinsi NTT.
Sebelumya pada ajang festival seni dan budaya tingkat kabupaten Lembata, sanggar seni budaya Uyelewun dengan tarian Hedung Huriq berhasil mengungguli peserta lomba lainnya dan tampil sebagai sang juara. Keberhasilan ini memuluskan langkah mereka untuk tampil selanjutnya pada festival seni dan budaya tingkat propinsi NTT. Tepat pada tanggal 23 Agustus 2011, para penari dari sanggar seni budaya Uyelewun didaulat untuk tampil membawakan tarian Hedung Huriq. Turut tampil saat itu adalah perwakilan dari kota Kupang, Nagekeo, Flores Timur, Alor, dan Belu. Sementara peserta lomba dari kabupaten lainnya mendapat giliran tampil pada keesokan harinya tanggal 24 Agustus 2011.
Usai penampilan dari semua peserta, tibalah saatnya untuk pengumuman pemenang. Alhasil, rupanya dewi fortuna memihak pada perwakilan dari kabupaten Lembata. Sanggar seni budaya Uyelewun berhasil menjuarai lomba tarian pada ajang festival seni dan budaya tahun 2011 tingkat propinsi NTT. Pekik ria dan sorak kegembiraan anak – anak Lembata menggelegar dalam ruangan taman budaya NTT di penghujung suara MC Bung Kenny Sa’u mengumumkan pemenang perlombaan. Tak disangka, penampilan luar biasa anak – anak yang datang dari pelosok timur Lembata ini berhasil memikat hati dewan juri untuk menjatuhkan vonis pemenang kepara mereka dan memuluskan langkah mereka mengikuti ajang festival seni dan budaya di tingkat pusat. Proficiat buatmu sanggar seni budaya Uyelewun yang dinahkodai Frans Paya Apelaby ( Kepala SMPK Sint Pieter Lolondolor sekaligus menjadi pelatih tari ) atas kesuksesan yang telah kalian raih.

Rubrik Jurnalisme Warga Pos Kupang cetak 29 Agustus 2011

Komentar