Oleh : Yohanes Peu
Sebagai penelitian terapan, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kini menjadi sebuah penelitian yang favorit di kalangan guru. Kegiatan PTK ini gencar dipromosikan bagi kalangan guru demi perbaikan pembelajaran di kelas. Bagi saya, PTK merupakan jawaban atas beraneka problema pembelajaran yang ditemukan guru ketika melakukan kegiatan pembelajaran. Mengapa?
Dalam pembelajaran tentu saja ada beraneka permasalahan yang akan senantiasa mengganjal guru untuk mencapai suatu hasil belajar yang diharapkan. Ketika menghadapi permasalahan dalam pembelajaran yang dilakukannya, maka sudah barang tentu sebagai guru yang kreatif pasti akan mencari alternatif solusi guna mengatasi permasalahan yang ia hadapi. Sebagai contoh, Ibu Sia seorang guru Bahasa Inggris menemukan bahwa para siswanya mengalami kesulitan penguasaan kosa kata. Untuk mengatasi masalah ini maka Ibu Sia mencoba dengan strategi baru yakni mewajibkan siswa menghafal lima kata setiap hari. Ketika dicoba selama setahun nampaknya para siswa mengalami perubahan dalam penguasaan kosa kata Bahasa Inggris. Dalam praktek selama ini, para guru sebenarnya telah melakukan sebagian dari apa yang menjadi tuntutan dalam penelitian tindakan kelas. Hal ini terjadi terutama ketika guru dengan segala kesadarannya berusaha melalui berbagai macam cara untuk mengatasi masalah-masalah pembelajaran yang timbul di kelas, baik yang berhubungan dengan siswa maupun yang terkait dengan kinerjanya. Ketika kegiatan-kegiatan itu dibuat secara sistematis maka sang guru sudah melakukan separuh dari penelitian tindakan kelas (bdk, Payong, 2011).
Ilustrasi diatas baru dikatakan separuh dari PTK karena corak PTK adalah penelitian bersiklus di mana hasil dari setiap siklus pelaksanaan tindakan menjadi bahan perbandingan yang direfleksikan guna mengetahui perubahan yang terjadi selama pembelajaran di setiap siklusnya. Kemudian hasil dari pelaksanaan penelitian yang dilakukan pada siklus – siklus tersebut dilaporkan secara sistematis mengikuti sistematika penulisan PTK. Contoh yang dilakukan Ibu Sia di atas dan mungkin yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan guru jelas bahwa masih hanya separuh dari PTK karena belum mencakup keseluruhan alur PTK sampai pada kegiatan akhir yakni penulisan laporan hasil PTK yang sistematis sesuai sistematika penulisannya. Hasil PTK yang dilakukan guru di tulis sesuai sistematika penulisannya mulai dari pendahuluan, identifikasi masalah, masalah pokok, tujuan dan kegunaan penelitian, hipotesis tindakan, tinjauan teoritis dan pustaka, analisis, simpulan dan saran.
Dengan PTK setidaknya dapat menjawabi permasalahan – permasalahan pembelajaran yang ditemukan guru di kelas melalui tindakan – tindakan seperti pemilihan strategi, metode, penggunaan media atau tindakan lainnya yang bakal memecahkan persoalan pembelajaran yang ditemukan itu.
Seperti apa PTK itu? Banyak referensi yang dapat teman – teman guru miliki untuk memperkaya pemahaman tentang PTK. Beberapa buku yang secara khusus mengupas tentang apa dan bagaimana PTK. Dengan mendalami buku – buku tersebut, kiranya PTK bukanlah merupakan hal yang asing bagi guru. Dengan mendalami buku - buku itu maka tentu akan menjadi modal dasar bagi guru untuk melakukan penelitian di kelasnya sendiri. Dan dengan demikian maka harapan akan perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran akan terjawab ketika itu
Sebagai penelitian terapan, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kini menjadi sebuah penelitian yang favorit di kalangan guru. Kegiatan PTK ini gencar dipromosikan bagi kalangan guru demi perbaikan pembelajaran di kelas. Bagi saya, PTK merupakan jawaban atas beraneka problema pembelajaran yang ditemukan guru ketika melakukan kegiatan pembelajaran. Mengapa?
Dalam pembelajaran tentu saja ada beraneka permasalahan yang akan senantiasa mengganjal guru untuk mencapai suatu hasil belajar yang diharapkan. Ketika menghadapi permasalahan dalam pembelajaran yang dilakukannya, maka sudah barang tentu sebagai guru yang kreatif pasti akan mencari alternatif solusi guna mengatasi permasalahan yang ia hadapi. Sebagai contoh, Ibu Sia seorang guru Bahasa Inggris menemukan bahwa para siswanya mengalami kesulitan penguasaan kosa kata. Untuk mengatasi masalah ini maka Ibu Sia mencoba dengan strategi baru yakni mewajibkan siswa menghafal lima kata setiap hari. Ketika dicoba selama setahun nampaknya para siswa mengalami perubahan dalam penguasaan kosa kata Bahasa Inggris. Dalam praktek selama ini, para guru sebenarnya telah melakukan sebagian dari apa yang menjadi tuntutan dalam penelitian tindakan kelas. Hal ini terjadi terutama ketika guru dengan segala kesadarannya berusaha melalui berbagai macam cara untuk mengatasi masalah-masalah pembelajaran yang timbul di kelas, baik yang berhubungan dengan siswa maupun yang terkait dengan kinerjanya. Ketika kegiatan-kegiatan itu dibuat secara sistematis maka sang guru sudah melakukan separuh dari penelitian tindakan kelas (bdk, Payong, 2011).
Ilustrasi diatas baru dikatakan separuh dari PTK karena corak PTK adalah penelitian bersiklus di mana hasil dari setiap siklus pelaksanaan tindakan menjadi bahan perbandingan yang direfleksikan guna mengetahui perubahan yang terjadi selama pembelajaran di setiap siklusnya. Kemudian hasil dari pelaksanaan penelitian yang dilakukan pada siklus – siklus tersebut dilaporkan secara sistematis mengikuti sistematika penulisan PTK. Contoh yang dilakukan Ibu Sia di atas dan mungkin yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan guru jelas bahwa masih hanya separuh dari PTK karena belum mencakup keseluruhan alur PTK sampai pada kegiatan akhir yakni penulisan laporan hasil PTK yang sistematis sesuai sistematika penulisannya. Hasil PTK yang dilakukan guru di tulis sesuai sistematika penulisannya mulai dari pendahuluan, identifikasi masalah, masalah pokok, tujuan dan kegunaan penelitian, hipotesis tindakan, tinjauan teoritis dan pustaka, analisis, simpulan dan saran.
Dengan PTK setidaknya dapat menjawabi permasalahan – permasalahan pembelajaran yang ditemukan guru di kelas melalui tindakan – tindakan seperti pemilihan strategi, metode, penggunaan media atau tindakan lainnya yang bakal memecahkan persoalan pembelajaran yang ditemukan itu.
Seperti apa PTK itu? Banyak referensi yang dapat teman – teman guru miliki untuk memperkaya pemahaman tentang PTK. Beberapa buku yang secara khusus mengupas tentang apa dan bagaimana PTK. Dengan mendalami buku – buku tersebut, kiranya PTK bukanlah merupakan hal yang asing bagi guru. Dengan mendalami buku - buku itu maka tentu akan menjadi modal dasar bagi guru untuk melakukan penelitian di kelasnya sendiri. Dan dengan demikian maka harapan akan perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran akan terjawab ketika itu
Komentar