Pesan Dari Cerita Cody, Dokter Muda Yang Nyambi Ojek Online


Mahasiswa wirausahawan itu jarang ditemukan. Mungkin 1 : 10 di negeri ini. Yang lebih dominan itu mahasiswa yang biasa-biasa saja yang lebih menggampangkan keadaan semisal bergantung penuh pada orang tua tanpa mau berdiri di kaki sendiri.
Cody, Dokter Muda Yang Nyambi Ojek Online (Foto : detik.com) 

Sebuah kisah inspiratif dihadirkan portal detik.com ini pada salah satu lamannya. Kisah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran yang kuliah sambil ojek.  "Kenalkan Cody, Dokter Muda Yang Tak Malu Nyambi Ojek Online". Demikian ditulis detik.com sebagai judul berita yang mengungkap sisi lain dari mahasiswa jaman milenial kekinian. Cody, demikian nama mahasiswa tersebut. Dia merupakan seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang yang sedang koas. Kuliah sambil ojek online. 

Cody, Dokter Muda Yang Nyambi Ojek Online (Foto : detik.com)

Apa yang istimewa dari seorang Cody sehingga perlu  ditampilkan detik.com (salah satu portal online terbesar di tanah air ini) di lamannya?  Mungkin karena Cody ini mahasiswa unik. Cody, satu dari sekian mahasiswa yang berani menerobos resiko. Ketika mahasiswa yang lain mengutamakan gengsi jika menjadi tukang ojek, Cody malah mengabaikan hal itu. Cody malah mengabaikan gengsinya. Mungkin dia sadar akan penghasilan orang tuanya yang pas-pas, tak cukup untuk memenuhi segala kebutuhan kuliahnya, dia justru terjun sendiri berupaya menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhannya. Jarang kita menjumpai mahasiswa seperti ini."Ternyata cari uang itu tidak mudah", kata Cody mengakhiri pembicaraan dengan detik.com.
Itu secuil kisah inspiratif tentang Cody yang saya temukan ketika membaca detik.com. Pengalaman serupa pernah saya temukan pada seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Suatu kesempatan saya menemukan seorang mahasiswa semester 4 pada sebuah PT swasta di Kupang yang luar biasa. Kisahnya unik serupa Cody di atas. Kepadanya mesti saya beri apresiasi. Selain kuliah, dia juga berjualan. Apa saja yang bisa menjadi peluang untuk berbisnis, pasti ditekuninya termasuk memelihara ikan lele. Menurut pengakuannya, dia jarang meminta uang kepada orang tuanya di kampung. Sehingga tak heran suatu ketika, mamanya bertanya kepadanya : "Nak, kamu kok jarang minta uang dari mama? Mama lihat anak kuliah yang lain selalu saja minta uang untuk beraneka kebutuhan kuliah. Tapi kamu kok jarang minta mama kirim uang? Anak ini cuma menjawab begini: "Mama, kalau saya tidak ada uang pasti saya minta di mama".
Dokter Muda Cody, berdiri di depan kampusnya (detik.com)


Menjadi mahasiswa/i itu banyak enaknya (walau tidak selamanya). Tiap bulan dapat kiriman uang dari orang tua. Bahkan beraneka fasilitas pendukung seperti laptop dan kendaraan juga diberikan orang tua. Sudah begitu, toh masih saja ada yang berlebihan. Ada yg memanfaatkan momentum kuliah sebagai ajang untuk membohongi orang tua. Bilang beli inilah, beli itulah, dll. Pada hal hanya akal-akalan. Tidak pernah memikirkan bagaimana orang tua bekerja keras membanting tulang untuk mendapatkan uang. Jarang ada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja berwirausaha. Secuil cerita dari 'si mahasiswa' ini mengingatkan saya akan pengalaman perkuliahan saya dulu. Kuliah sambil ojek. Yah, hitung-hitung bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kepada adik-adik mahasiswa/i, satu pesan saya : jadilah mahasiswa/i yang berjiwa entrepreneur. Ada peluang utk bisa menghasilkan uang, ‘do it’. Mungkin dengan itu kalian sedapat mungkin meringankan beban orang tua. Minimal kebutuhan sehari-harimu dapat terpenuhi dari usahamu sendiri.

Komentar