Mobil Esemka Rajawali R2 (Foto : wikipedia)
Esemka
adalah produk mobil hasil rakitan siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang bekerja
sama dengan institusi serta industri dalam negeri dan beberapa perusahaan lokal
dan nasional. Kandungan komponen lokal (dalam negeri) berkisar antara 20%-80%.
Mobil Esemka
ini terdiri dari beberapa model/varian. Beberapa Varian Mobil Esemka antara
lain :
- Esemka Rajawali I ( Prototype )
- Esemka Rajawali
- Esemka Rajawali R2
- Esemka Rajawali R2
- Esemka Digdaya I
- Esemka Digdaya generasi
- Esemka Bima 1.5
- Esemka Bima 1.1
- Esemka Bima 1.1
- Esemka Bima 1.3
- Esemka Hatchback
- Esemka Surya
- Esemka Zhangaro
- Esemka Patua
- Esemka Borneo
- Esemka Niaga
- Esemka Digdaya II
- Esemka Pasti
Mobil
Esemka menjadi terkenal setelah Joko
Widodo memakainya sebagai mobil dinas ketika menjabat Wali Kota Solo Jawa
Tengah. Varian mobil esemka yang ia gunakan saat itu adalah Esemka Rajawali. Esemka
Rajawali ini merupakan model SUV bermesin Esemka 1.5i, 1.500 cc multi point injection 4
silinder yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 103 tenaga kuda pada putaran
5.500 rpm dengan torsi puncak hingga 145 Nm di 4.100 rpm. Rajawali mampu
menampung 7 orang karena mempunyai panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm,
dan tinggi 1.630 mm. Rajawali juga telah dibekali sederet fitur elektronik
mirip SUV premium lainnya, misalnya central lock, power window, AC dual zone,
sensor parkir, hingga head unit CD player. Rajawali dirakit oleh SMK Negeri 2
Surakarta dan SMK Warga Surakarta.
Baca Juga : Daftar Peraturan Terkait Kurikulum 2013
Ada pun SMK-SMK
di Indonesia yang terlibat dalam produksi mobil esemka antara lain : SMK Negeri
2 Salatiga, SMK Warga Surakarta, SMK Tunas Harapan, Pati, SMK Negeri 4 Kota
Bekasi, SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, SMK Negeri 6 Malang, SMK Negeri 1
Singosari, SMK Negeri 2 Pasuruan, SMK Negeri 1 Trucuk Klaten, SMK Negeri 2
Surabaya, SMK Negeri 2 Kendal, SMK Negeri 1 Semarang, SMK Negeri 2 Tasikmalaya,
SMK Negeri 2 Terbangi Besar, SMK Negeri 2 Surakarta, SMK Negeri 5 Surakarta, SMK
Negeri 1 Jenangan Ponorogo, SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto, SMK Negeri 2
Probolinggo, SMK Negeri 1 Madiun, SMK Negeri 1 Kediri, SMK Negeri 1 Blitar, SMK
Negeri 1 Bekasi, SMK Negeri 56 Jakarta, SMK Negeri 5 Banjarmasin, SMK Negeri 1
Tengaran, SMK Negeri 1 Cilegon, SMK NU Kaplongan, SMK Negeri 5 Padang, SMK
Negeri 2 Wonogiri, SMK Negeri 2 Manado, SMK Negeri 2 Jember, dan SMK Negeri 2
Ciamis
Lalu mengapa
mobil esemka hingga saat ini belum diproduksi secara massal?
Presiden Joko Widodo, melalui fanspage facebook menegaskan, sebuah produk otomotif harus melalui tahap riset dan uji coba sebelum masuk ke industri. Proses tersebut tidak memakan waktu yang singkat.
Joko Widodo menyampaikan hal tersebut saat
membuka acara Indonesia International Motor Show 2018 di JIExpo Kemayoran,
Jakarta.
Dalam unggahan foto di akun
fanspage-nya, tampak Joko Widodo duduk bersama seorang pria di sampingnya.
“Pria yang duduk di samping
saya ini, Pak Sukiat dari Solo. Masih ingat? Dia Presiden Direktur Kiat Motor. Saya
bertemu Pak Sukiat di arena Indonesia International Motor Show 2018 di JIExpo
Kemayoran, Jakarta, yang saya buka pagi tadi. Pak Sukiat datang ke IIMS ini
tidak membawa Esemka tapi memamerkan purwarupa Amdes, kendaraan alat multiguna
perdesaan”, tulis Joko Widodo.
Kapan diluncurkan? Kata Pak
Sukiat, seperti yang ditulis Joko Widodo, Amdes yang akan diproduksi di
pabriknya di Cikarang dan nanti di Klaten, diluncurkan pada bulan Agustus mendatang. Tentu Amdes akan melibatkan
ribuan tenaga kerja.
“Saya berharap harga Amdes yang
rencananya Rp65 juta bisa dikurangi lagi agar terjangkau masyarakat banyak.
Pemerintah akan membantu dengan regulasi. Lalu bagaimana dengan Esemka yang
dulu sempat dibuat oleh Pak Sukiat? Sebuah produk harus melalui tahap riset dan
uji coba sebelum masuk ke industri. Proses tersebut tidak memakan waktu yang
sebentar. Pemerintah tengah mempercepat penyusunan peraturan terbaru yang
berkaitan dengan industri otomotif agar nantinya bisa mendorong berkembangnya
produsen lokal seperti Esemka. Regulasi-regulasi yang ada kita sederhanakan.
Urusan yang berkaitan dengan uji kelayakan, uji emisi, harus dipercepat”,
imbuhnya.
Dari apa yang disampaikan
Presiden Joko Widodo di atas, tersirat bahwa mobil esemka hingga saat ini belum
bisa diproduksi secara massal untuk dipasarkan. Kapan akan diproduksi secara
massal, itu belum pasti. Entah sampai kapan, kita menunggu mobil kebanggaan
produksi siswa-siswi SMK kita.
Sumber :
Komentar