Kapan Mobil Esemka Akan Diproduksi Massal?


Berkas:Rajawali R2 2014.jpg
 Mobil Esemka Rajawali R2 (Foto : wikipedia)





Esemka adalah produk mobil hasil rakitan siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang bekerja sama dengan institusi serta industri dalam negeri dan beberapa perusahaan lokal dan nasional. Kandungan komponen lokal (dalam negeri) berkisar antara 20%-80%.


Mobil Esemka ini terdiri dari beberapa model/varian. Beberapa Varian Mobil Esemka antara lain :
  1. Esemka Rajawali I ( Prototype ) 
  2. Esemka Rajawali   
  3. Esemka Rajawali R2 
  4. Esemka Rajawali R2 
  5. Esemka Digdaya I 
  6. Esemka Digdaya generasi 
  7. Esemka Bima 1.5 
  8. Esemka Bima 1.1 
  9. Esemka Bima 1.1 
  10. Esemka Bima 1.3 
  11. Esemka Hatchback 
  12. Esemka Surya 
  13. Esemka Zhangaro 
  14. Esemka Patua 
  15. Esemka Borneo
  16. Esemka Niaga 
  17. Esemka Digdaya II 
  18. Esemka Pasti

Mobil Esemka  menjadi terkenal setelah Joko Widodo memakainya sebagai mobil dinas ketika menjabat Wali Kota Solo Jawa Tengah. Varian mobil esemka yang ia gunakan saat itu adalah Esemka Rajawali. Esemka Rajawali ini merupakan model SUV bermesin Esemka 1.5i, 1.500 cc multi point injection 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 103 tenaga kuda pada putaran 5.500 rpm dengan torsi puncak hingga 145 Nm di 4.100 rpm. Rajawali mampu menampung 7 orang karena mempunyai panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm, dan tinggi 1.630 mm. Rajawali juga telah dibekali sederet fitur elektronik mirip SUV premium lainnya, misalnya central lock, power window, AC dual zone, sensor parkir, hingga head unit CD player. Rajawali dirakit oleh SMK Negeri 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta.



Ada pun SMK-SMK di Indonesia yang terlibat dalam produksi mobil esemka antara lain : SMK Negeri 2 Salatiga, SMK Warga Surakarta, SMK Tunas Harapan, Pati, SMK Negeri 4 Kota Bekasi, SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, SMK Negeri 6 Malang, SMK Negeri 1 Singosari, SMK Negeri 2 Pasuruan, SMK Negeri 1 Trucuk Klaten, SMK Negeri 2 Surabaya, SMK Negeri 2 Kendal, SMK Negeri 1 Semarang, SMK Negeri 2 Tasikmalaya, SMK Negeri 2 Terbangi Besar, SMK Negeri 2 Surakarta, SMK Negeri 5 Surakarta, SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo, SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto, SMK Negeri 2 Probolinggo, SMK Negeri 1 Madiun, SMK Negeri 1 Kediri, SMK Negeri 1 Blitar, SMK Negeri 1 Bekasi, SMK Negeri 56 Jakarta, SMK Negeri 5 Banjarmasin, SMK Negeri 1 Tengaran, SMK Negeri 1 Cilegon, SMK NU Kaplongan, SMK Negeri 5 Padang, SMK Negeri 2 Wonogiri, SMK Negeri 2 Manado, SMK Negeri 2 Jember, dan SMK Negeri 2 Ciamis

Lalu mengapa mobil esemka hingga saat ini belum diproduksi secara massal?

Presiden Joko Widodo, melalui fanspage facebook menegaskan, sebuah produk otomotif harus melalui tahap riset dan uji coba sebelum masuk ke industri. Proses tersebut tidak memakan waktu yang singkat.

Joko Widodo menyampaikan hal tersebut saat membuka acara Indonesia International Motor Show 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dalam unggahan foto di akun fanspage-nya, tampak Joko Widodo duduk bersama seorang pria di sampingnya.

“Pria yang duduk di samping saya ini, Pak Sukiat dari Solo. Masih ingat? Dia Presiden Direktur Kiat Motor. Saya bertemu Pak Sukiat di arena Indonesia International Motor Show 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang saya buka pagi tadi. Pak Sukiat datang ke IIMS ini tidak membawa Esemka tapi memamerkan purwarupa Amdes, kendaraan alat multiguna perdesaan”, tulis Joko Widodo.

Kapan diluncurkan? Kata Pak Sukiat, seperti yang ditulis Joko Widodo, Amdes yang akan diproduksi di pabriknya di Cikarang dan nanti di Klaten, diluncurkan pada bulan Agustus mendatang. Tentu Amdes akan melibatkan ribuan tenaga kerja.

“Saya berharap harga Amdes yang rencananya Rp65 juta bisa dikurangi lagi agar terjangkau masyarakat banyak. Pemerintah akan membantu dengan regulasi. Lalu bagaimana dengan Esemka yang dulu sempat dibuat oleh Pak Sukiat? Sebuah produk harus melalui tahap riset dan uji coba sebelum masuk ke industri. Proses tersebut tidak memakan waktu yang sebentar. Pemerintah tengah mempercepat penyusunan peraturan terbaru yang berkaitan dengan industri otomotif agar nantinya bisa mendorong berkembangnya produsen lokal seperti Esemka. Regulasi-regulasi yang ada kita sederhanakan. Urusan yang berkaitan dengan uji kelayakan, uji emisi, harus dipercepat”, imbuhnya.


Dari apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo di atas, tersirat bahwa mobil esemka hingga saat ini belum bisa diproduksi secara massal untuk dipasarkan. Kapan akan diproduksi secara massal, itu belum pasti. Entah sampai kapan, kita menunggu mobil kebanggaan produksi siswa-siswi SMK kita.


Sumber :

Komentar