Alfons Bunganaen : " Beri Beasiswa untuk Anak-Anak Cerdas SMA Kuliah di LPTK


 Alfons Bunganaen


Gambaran umum pendidikan NTT menunjukkan bahwa mutu pendidikan dilihat dari peringkat kelulusan UN beberapa tahun terakhir NTT selalu bertengger di posisi buntut dalam skala kebermutuan pendidikan tingkat nasional.

Baca juga :
 
Menjelang kontestasi pemilihan gubernur NTT 2018-2023, para cagub dan cawagub sedang dan sudah bergerylia menawarkan sejumlah program kerja termasuk perhatian serius di bidang pendidikan terlebih untuk persoalan dimaksud. Bahkan ada kandidat tertentu yang berusaha saling memojokan, mengangkat persoalan di atas  untuk pencitraan. Ada yang menawarkan program yang mau membuat pendidikan NTT jauh lebih baik dari sebelumnya.
Pernah di sebuah Tabloid, akademisi Universitas Widya Mandira Kupang, Alfons Bunganaen, memberikan secuil pemikirannya terkait persoalan pendidikan di NTT. Berikut, nukilan pemikiran yang disampaikan Bunganaen.
“Pada dasarnya untuk pendidikan bermutu tidak terlepas dari dana. Dari APBN memang dialokasikan 20 % untuk pendidikan tapi implementasinya apakah sudah tepat, saya juga belum tahu persis. Kita harapkan diatur dan diimplementasi dengan benar”, kata dia
Lanjutnya, peningkatan mutu pendidikan juga tidak terlepas dari kualitas guru. Soal mutu guru ini juga beranjak dari motivasi awal seorang menjadi guru. Saya lihat minat orang untuk menjadi guru sekarang ini mungkin motivasi mereka perlu dimurnikan. Kita bandingkan dengan jaman dulu saja, orang –orang cerdas itu pasti memilih untuk menjadi guru.  Sekarang terbalik. Motivasi awal untuk menjadi guru dewasa ini perlu dipertanyakan. Jika pemerintah daerah jeli melihat fenomen ini dan punya keinginan untuk membuat mutu guru bagus maka anak—anak cerdas di SLTA perlu dipersiapkan dari awal, motivasi mereka untuk menjadi guru. Perekrutan guru itu sudah dimulai sedini mungkin. Anak –anak cerdas diberi beasiswa untuk kuliah di LPTK. Kita perlu mencari bibit—bibit unggul guru dari awal, beri mereka beasiswa untuk kuliah guru. Sebagai dosen, saya lihat rata-rata kemampuan akademik mahasiswa yang masuk ke LPTK kurang menggembirakan. Hanya ada satu dua orang saja yang baik. Jadi jika pemerintah daerah punya perhatiannya untuk peningkatan kualitas guru maka hal diatas mungkin perlu mendapat perhatian. (Yohanes Peu)


Komentar