Merenung Makna Pendidikan di Hari Pendidikan Nasional


 Oleh Ambrosius Beda Niron, S. Pd
Guru di Flores Timur, NTT

Peringatan hari Pendidikan Nasional setiap tahun merupakan suatu hari bersejarah yang amat penting dan paling menggembirakan bagi kita yang sedang bernaung dan mengenyam pendidikan di suatu lembaga pendidikan. Bagaimana kita meriah rayakannya tentu sangat tergantung dari bagaimana cara kita memaknai  momentum hari Pendidikan Nasional ini. Baik dalam  konteks kelompok sebagai sebuah institusi maupun secara pribadi yang pernah merasakan begitu pentingnya peran pendidikan. Kesemuanya itu tentu merupakan luapan ekspresi segala  perasaan haru dan gembira tat kala dalam sanubari yang terdalam kita ingin bernostalgia bahwa keharuman nama besar dalam jabatan atau gelar kehormatan apa pun  yang bisa kita sandang semuanya terlahir dari rahim pendidikan.

Seperti pada perayaan hari Pendidikan Nasional di tahun-tahun kemarin, kali ini  kita sepertinya tak sabar lagi ingin berucap  betapa pentingnya pendidikan dalam setiap kurun waktu kehidupan umat manusia. Pendidikan memang sangat penting karena cara hidup manusia memang berbeda dengan makhluk lain. Selain itu manusia sangat membutuhkan pendidikan untuk bisa mengenal dan  memahami arti hidupnya secara manusiawi ketika hidupnya bersinggungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat. Manusia memang membutuhkan pendidikan sebagai instrumen untuk bisa mendidik hidup orang lain kalau tidak hanya untuk dirinya. Manusia juga sangat membutuhkan pendidikan untuk bisa mengubah hidupnya secara cerdas, terpelajar dan bermartabat untuk mencapai tujuan-tujuan hidupnya.   

Baca juga :  


Sebagai insan pendidik, peringatan hari Pendidikan Nasional setiap tahun yang kita rayakan sebenarnya bukan hanya sebuah rutinitas belaka, tetapi harus mengingatkan kita tentang banyak hal. Pada momentum ini kita sebenarnya ingin membentangkan kembali setiap pengalaman yang pernah kita lalui bersama ketika berlaga merebut mimpi-mimpi di medan pendidikan. Baik itu berupa kesuksesan atau juga kegagalan yang pernah kita alami bersama. Kita memang perlu merefleksikan semuanya itu untuk selanjutnya boleh menatap masa depan pendidikan kita yang lebih baik. Selain itu, di hari Pendidikan Nasional ini pula kita patut  mengenang  jasa para pahlawan pendidikan di negeri ini yang karena pemikiran-pemikiran mereka, gerakan-gerakan mereka pada zaman dahulu sehingga kita boleh menikmati manfaat-manfaat pendidikan sampai  dengan saat ini. Kita patut mengenang mereka karena jasa-jasa merekalah telah membuat kita menjadi manusia-manusia indonesia yang terdidik, terampil dan mengerti tentang pendidikan untuk boleh mendidik hidup kita dan juga hidup generasi muda kita.

Menghayati pesan atau makna perayaan hari Pendidikan Nasional tentu kita semua memiliki apresiasi yang berbeda. Hal ini sudah pasti sangat berkaitan erat dengan kehendak dan niat baik kita  berdasarkan posisi dalam bidang kerja kita masing-masing.  Baik sebagai tenaga pendidik selaku elemen utama sekaligus eksekutor pendidikan di lapangan maupun sebagai pemerintah selaku pemegang otoritas pendidikan di negeri ini. Kita semua harus memiliki tanggungjawab secara holistik komperhensif  sesuai dengan bidang kerja, tugas pokok dan fungsi kita masing-masing. Sebagai pemerintah yang memiliki fungsi regulator sekaligus konseptor, sejatinya dapat menggagas tata kelola pendidikan makro dan payung hukum yang dapat memberikan keteduhan semua pelaku pendidikan. Tentu tidak terkecuali  dengan kita yang tidak bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan tetapi pernah mengalami peran pendidikan dengan sejuta harapan kita masing-masing. Karena perbaikan dan penyempurnaan seluruh tatanan pendidikan kita harus membutuhkan sentuhan gagasan spektakuler kita semua. Supaya pendidikan di negeri ini dari waktu ke waktu boleh tumbuh menjadi basis kekuatan yang terus mengeskalasi mutu manusia Indonesia.

Secara khusus bagi kita yang bersentuhan langsung dengan tugas-tugas pelayanan pendidikan di suatu lembaga pendidikan. Perayaan peringatan hari Pendidikan Nasional sebenarnya merupakan kesempatan emas untuk kita kembali jujur memeriksa diri. Menginsafkan segala kekurangan dan keterbatasan kita, setelah itu boleh tampil dalam suatu paradigma baru. Berpenampilan baru dalam suatu paradigma baru berarti berbeda dengan sebelumnya. Artinya, dengan membawa “kado” makna perayaan titipan hari Pendidikan Nasional, kita bisa mengambil “rupa” baru berdasarkan seluruh kehendak dan niat baik untuk mengubah kualitas kerja kita ke arah yang lebih baik, berkenaan dengan kewajiban-kewajiban kita.

Ketika menyinggung kehendak baik berkenaan dengan apa yang menjadi kewajiban kita untuk bisa menyongsong perubahan, Immanuel Kant seorang filsuf besar berkebangsaan Jerman berpendapat, kehendak baik adalah kehendak yang mau melakukan apa yang menjadi  kewajibannya dan murni hanya demi kewajiban itu sendiri. Sepintas terlihat bahwa, ukuran suatu kehendak dapat dikatakan baik menurut Kant apabila murni hanya untuk kewajiban itu sendiri,  dan bukannya tersembunyi niat hati untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri atau untuk mendapat pujian. Lebih dari itu Kant menegaskan bahwa, suatu kehendak dapat dikatakan sesuai dengan kewajiban apabila didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang dapat diuniversalisasikan. Artinya yang kita kehendaki dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban kita adalah hal-hal keutamaan untuk kepentingan umum dan bukan hanya untuk kepentingan diri kita sendiri ataupun kelompok yang ada di pihak kita. 

Berkenaan dengan perayaan hari Pendidikan Nasional ini, tawaran konsepsional-filosofis Kant ini pantas kita renungkan berkaitan dengan bagaimana menjalankan setiap tugas dan kewajiban kita berdasarkan kehendak baik kita. Konsep ini pantas kita renungkan karena, sangat berkaitan erat dengan pencapain tujuan kerja kita. Bahwa keberhasilan bisa kita raih apabila kita menjalankan semua kewajiban kita berdasarkan kehendak baik dan murni hanya untuk panggilan profesi itu sendiri. Kant juga menegaskan dalam melaksanakan tugas-tugas kita, suatu kehendak dapat dikatakan sesuai dengan kewajiban apabila didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan untuk kepentingan yang bersifat umum dan bukan untuk kepentingan diri sendiri. Sekali lagi, Gagasan Kant ini sangat penting untuk kita renungkan dalam meriah rayakan  hari Pendidikan Nasional ini. Karena bukan hal mustahil, dengan menyadari kehendak baik dalam melaksanakan setiap tugas dan kewajiban, kita dapat  meningkatkan kualitas kerja kita untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Bagi kita yang tidak bersinggungan langsung dengan tugas-tugas layanan  pendidikan, kita harus menyadari bahwa perayaan hari Pendidikan Nasional setiap tahun  bukan hanya milik para pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. Tetapi prayaan peringatan hari Pendidikan Nasional sebenarnya adalah perayaan milik  semua komponen  bangsa ini. Di hari pendidikan ini kita semua perlu menyadari diri bahwa karena peran pendidikan membuat kita semua menjadi orang terpelajar yang tahu diri dan menjadi besar diri. Terpelajar berarti menguasai sejumlah konsep ilmu pengetahuan,  berkenaan dengan bidang kerja dan tugas kita masing-masing. Tahu diri berarti menyadari kehadiran (keberadaan) diri sendiri  dalam kaitan dengan masyarakat luas dan lebih khusus masyarakat di sekitar lingkungan kerja kita berdasarkan aturan dan norma yang berlaku. Menjadi besar diri berarti karena peran  pendidikan, bisa membentuk sejumlah kemampuan (capability) dan integritas moral (moral integrity) untuk memungkinkan kita menyandang gelar kebesaran dan jabatan kehormatan tertentu.

Semoga arti penting dan makna terdalam dari setiap perayaan peringatan hari Pendidikan Nasional senantiasa meggerakkan kesadaran kita untuk hidup dalam dunia tahu diri dan bukan besar diri kemudian bisa lupa diri. Karena hidup dalam dunia tahu diri merupakan racing start untuk kita boleh  menerobos garis-garis finish  tujuan pendidikan yang kita cita-citakan. Jika tidak demikian maka sebagai pelaku-pelaku pendidikan kita hanya ibarat para pelari maraton yang tidak mengetahui letak garis finish untuk bisa menggerakan dan mengarahkan seluruh kekuatan kita. Mari dengan spirit gagasan Immanuel Kant kita menarik selubung penutup mata bathin intelektual kita untuk membangun seluruh kehendak dan niat baik kita dan boleh menyongsong masa depan pendidikan yang lebih baik.

Akhirnya, peringatan hari Pendidikan Nasional sesungguhnya menjadi momentum reflektif untuk bagaimana kita harus mempersiapkan masa depan generasi muda kita yang lebih baik. ***




Komentar