ilustrasi (google images)
Bagi yang ribut soal tenaga kerja asing di Indonesia, ini data dari
Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja) tahun 2017. Jumlah pekerja asing seluruhnya adalah 74.183. Terbanyak
dari Cina (21.271) tapi sdh sejak 2012. Dibandingkan dengan jumlah
penduduk Indonesia 255.000.000 maka jumlahnya hanya 0,03%. Dibandingkan
dengan jumlah penganggur terdidik di Indonesia 7.000.000 lebih maka rasionya
adalah 1,1%. Lantas rasio tenaga kerja asing Cina terhadap pengangguran
terdidik adalah 0,3%. Apakah ini mengkhawatirkan?
Lagipula
tdk semua sektor diambil oleh mereka. Sudah ada pembatasan, mereka hanya boleh
bekerja pada sektor migas, pertambangan dan pekerjaan profesional.
Sektor yang dibatasi adalah pertanian, peternakan, dll. Ini juga
konsekuensi dari diratifikasinya MEA oleh SBY
dulu. Salah satu point MEA adalah pasar bebas tenaga kerja terlatih dan
profesional. Pekerja cina banyak di sektor pertambangan karena mereka memang
ahli di bidang itu. Pekerja tambang jarang diminati oleh orang indonesia
karena tidak banyak yang bertahan dengan resiko berminggu-minggu di dalam lubang tanah
dengan tingkat resiko yang tinggi. Di Manggarai (Nusa Tenggara Timur) juga banyak pekerja cina di
bidang pertambangan. Saya sudah pernah tanya satu manajernya, dia jawab bahwa
sulit temukan orang Indonesia yang bertahan dengan pekerjaan itu. Pekerja
lokal paling bekerja di lokasi luar seperti buka jalan, tebas rumput, dsb.
Tidak berani masuk dan tinggal berminggu-minggu di dalam lubang tanah, heheheh.
Hal tersebut ditulis Marsel Ruben Payong di akun facebook pada salah satu postingannya. Tulisan tersebut mendapat tanggapan yang beragam dari warganet.
Berikut merupakan tanggapan dari warganet terhadap postingan di atas :
Frederikus Mawo Jangan hanya berdebat soal tenaga kerja asing di Indonesia, lihat juga jumlah TKI di negeri orang.
Agus Garsela Yg berbeda cuman pengupahan yg di dapatnya.
Darmaharja Robertus Betul kk,padahal tenaga kerja Indonesia ada ribuan BAHKAN JUTAAN diluar negeri,tak pernah di persoalkan di negara tetangga..tara ada malu k?
Heri Tanatawa Purap Semua kritik yg menjurus nyinyir yg selama ini dipakai tuk menyerang pemerintah tdk mempan, smp ke persoalan tenaga kerja....!!
Apalagi yg suka nyinyir adalah org2 muda....hmmmm kasihan sih tp mau bagaimana lagi tata Marsel Ruben Payong....??
Maria Getruida Fien Rewos Itu biasa prof , seperti zaman dulu , banyak orang eropa khusus nya German di perusahan2 asing , karena memang tenaga lokal belum mampu untuk posisi tertentu jadi wajar , lagian perjanjian kerja samanya harus spt itu. Hanya dibesar besarkan saja.
Marsel Ruben Payong Itu sudah Tanta, mrk tidak paham bahwa sejak akhir tahun 1960-an, setelah keluar UU tentang PMA, Indonesia sudah kebanjiran tenaga kerja asing... Perusahanan penanam modal asing tidak datang modalnya saja tetapi juga tenaga-tenaga kerja terlatihnya. Pendidikan di Indonesia tidak siap hasilkan tenaga-tenaga yang dibutuhkan sehingga terpaksa harus menggunakan tenaga kerja asing.
Maria Getruida Fien Rewos Itu hanya mau mendikreditkan pak Jokowi prof, sdh tau to siapa dibelakangnya.
Marsel Ruben Payong Betul Tanta, isu PKI sudah tdak laku, pengibulan juga tidak laku lagi, sekarang mau diadu lagi dengan isu TKA, tapi tidak jelas datanya. Macam2 dengan versinya, sebagian besar bersumber dari postingan hoax.
Maksi Mbangur Sebenarnya kalo mau jujur kita sangat membutuhkan tenaga kerja asing, terutama yg terampil dan ahli agar negara kita semakin produktif. Jangan lupa negeri kita jg mengirim begitu byk tenaga kerja ke luar negeri. Mengapa tidak segera ditarik semuanya? Biar diberi makan oleh mrk yg tukan teriak tenaga kerja asing itu. Cari-cari kesalahan irg saja. Tks Pak Marsel atas datanya. Salam.
Antonius Kara Klu menyimpulkan sesuatu tdk obyektif, hanya karena ada kepentingan politik itu namanya membodohi rakyat.
Allyn George Orang yg teriak"itu berarti orang yg tidak percaya sama tuhan,dan merasa diri kurang mampu otaknya tuk bersaing,,bukannya fokus buat prestasi,biar ga kala saing,malah teriak"an,,makin keliatan ga punya skilnya di mata orang asing,,apa"baperan,,
Martin Badun Kelompok lawan Oposisi Pemerintahan Jokowi coba melegitimasi stigma Asseng ko apa sebutanx...dengan membesar-besarkan sektor tenaga kerja asing. Diksi narasinya sangat berlebihan.
Data yg teman tampilkan segera meruntuhkan anggapan mereka. Entah apa lagi...kita tunggu episode selanjtnya tuk dinikmati...hhhh.
Komentar