Premanisme dan Respon Polisi


 Seorang anggota polisi sedang memberikan pelajaran berharga kepada para preman yang kedapatan melakukan palak di Pelabuhan Tenau -Kupang (Foto : Facebook Kapolresta Kupang, Bapak Anton,Ch yang diposting di grup facebook Viktor Lerik)




Beberapa waktu lalu saya pernah posting di grup ini perihal ulah para preman di pelabuhan Tenau Kupang, NTT. Postingan di grup facebook Viktor Lerik tersebut saya post tanggal 8 Oktober 2018.

Saat itu saya menulis begini : Aksi premanisme yg ditunjukkan oknum2 tidak bertanggung jawab di pelabuhan tenau memang sdh di luar batas perikemanusiaan. Preman-preman tersebut menyasar ke orang-orang yang baru pulang dari perantauan Malaysia. Pagi td beberapa orang yg baru pulang merantau dihajar babak belur alih-alih tidak mau dimuat dengan angkutan yg ditawarkan para preman biadab tersebut. Sayangnya, petugas keamanan di pelabuhan tenau pun hanya berdiam diri ketika ada pemukulan. Klu toh petugas keamanan tingkahnya seperti itu, alangkah lebih baik tidak usah bertugas di sana. Biarkan saja preman biadab tersebut bertindak brutal sesuka hatinya.

Postingan tersebut mendapat respon yang beragam dari netizen anggota grup tersebut. Mulai dari mencaci maki ulah para preman hingga pada menuduh ada oknum kepolisian yang mendapatkan pembagian jatah dari para preman. Kebetulan di grup facebook tersebut bergabung juga beberapa anggota Kepolisian Resort Kota Kupang termasuk kepalanya. Tudingan – tudingan yang menyudutkan polisi terlibat didalamnya, membuat beberapa akun yang ditengarai anggota polisi di polresta kupang geram. Komentar-komentar pembelaan diri dari polisi turut menghias postingan tersebut.

 Postingan saya tersebut ternyata mendapat respek yang baik dari pihak Polresta Kupang. Kapolresta Kupang menurunkan anggotanya dan menindak tegas para preman tukang palak di pelabuhan Tenau. Berita gembira tentang tindakan tegas aparat kepolisian Polresta saya dapat dari grup ini juga. Bapak Kapolresta Kupang memosting beberapa foto dimana ada anggota polisi sedang memberikan sanksi kepada oknum-oknum yang kedapatan melakukan palak. Mungkin semenjak saat itu, pelabuhan tenau sudah mulai aman dari gangguan preman. 

Hingga suatu Pagi tadi (Senin, 3 November 2018) sekitar jam 4, ketika saya menjemput keluarga yang datang dari Lembata saya merasakan sikon yang kondusif, tak ada lagi gangguan preman kepada penumpang yang turun. Ketika tiba di pelabuhan tenau, keluarga yang mau saya jemput sudah menunggu di sekitar areal parkir. Betapa kagetnya saya ketika menyaksikan ada seorang anggota polisi yang sedang menjaga mereka. Saya tidak ingat persis nama anggota polisi tersebut. Tapi dari percakapan kami, yang saya ingat dia berdialek Jawa. "Mau jemput keluarga ya?", dia bertanya ke saya. "Ya pak, ini keluarga saya yg mau saya jemput", kata saya sambil menunjuk ke arah keluarga yang sedang dikawalnya. "Saya harus memastikan mereka aman sampai keluarga yang menjemput tiba disini, sampai mereka jalan meninggalkan pelabuhan. Karena biasanya penumpang terakhir seperti ini rawan klu dibiarkan sendirian", kata anggota polisi tersebut. "Aduh pak pol, terimakasih banyak... Terimakasih banyak", kata saya. Anggota polisi tersebut beranjak pergi menemui kolega polisi lainnya yg bertugas pagi tadi, saat mobil kami keluar dari pelabuhan tenau.

Terkait ini, ada beberapa hal yg mau saya sampaikan. Pertama, apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolresta Kupang yg telah memberikan respek atas postingan saya beberapa waktu lalu dengan menerjunkan anggotanya utk bertugas setiap kali kapal Pelni masuk ke pelabuhan tenau. Terimakasih berlimpah untukmu.

Kedua, terimakasih spesial utk anggota polisi yg saya tidak ingat namanya sebagaimana yg saya ceritakan di atas. Tuhan membalas kebaikanmu.

Ketiga, semoga pihak kepolisian terus melakukan pengamanan di lokasi pelabuhan Tenau Kupang sehingga selalu memberikan rasa aman kepada setiap penumpang yang datang. Karena jika aparat longgar pengawasan, kemungkinan para preman akan kembali berulah.

Keempat, dibutuhkan juga peran serta warga untuk memberikan laporan jika menemukan perlakuan premanisme dari preman di pelabuhan tenau. Polisi kita sangat responsif ketika ada laporan terkait.

Pelabuhan merupakan salah satu pintu masuk kota ini. Sebagai tuan mestinya memberikan kesan yang humanis kepada siapa saja yg datang melalui pintu itu. Bukan dgn cara premanisme yang sebetulnya memberikan rasa takut dan tidak nyaman kepada tamu yang datang. Jadi, jika anda menemukan ada tindakan premanisme,jangan sungkan dan takut melaporkannya ke pihak kepolisian. Jika polisi respek dan responsif, tentunya laporan anda akan ditindaklanjut. Jangan hanya diam ketika para preman beraksi. Kata orang, para preman akan semakin brutal jika kita hanya diam.

Komentar