
Oleh Marselus R. Payong
Dosen Unika St. Paulus Ruteng, Flores
Dalam beberapa kali lokakarya kurkulum di beberapa kelompok guru, ternyata tidak banyak guru yang menggunakan buku guru. Silabus dan RPP dibuat oleh masing2 guru baik dalam kelompok atau bahkan copy paste dari RPP yang berseliweran di jagat maya yang tidak bisa dipastikan kebenaran substansinya. Sebagian hanya mrngambil materinya atau alat-alat penilaiannya sedangk
Ketika kami membahas tentang pembelajaran berorientasi pembentukan kemampuan berpikir tingkat tinggi, saya meminta mereka untuk mencermati kembali tahapan-tahapan pembelajaran dalam buku guru dan membandingkan dengan tahapan kegiatan belajar pada buku siswa. Di situlah para guru baru sadar bahwa pembelajaran yang berorientasi pembentukan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) sebenarnya sudah ada dalam standar proses yang tersedia dalam buku guru dan buku siswa dan para guru seharusnya tidak repot-repot menyiapkan perangkat pembelajaran baru kecuali menyediakan media pembelajaran dan sumber2 belajar yang dibutuhkan. Sayang sekali, K-13 sudah berjalan 6 tahun dan buku guru sudah dibuat dengan melewati proses validasi yang panjang dan tentu saja menghabiskan dana yang besar namun tidak digunakan di lapangan.
Komentar