Perihal Gagal, Jangan Menyerah Kalau Baru Sekali


Hasil gambar untuk bangkit dari kegagalan" 
 Google images

Saya pernah sakit hati. Sudah lama. Delapan tahun yang lalu, di saat belum beristri. Sekarang saya sudah beristri dan memiliki dua jagoan, yang sulung 4 tahun, dan berikutnya 2 tahun.

Ketika facebook menghadirkan fitur “kenangan anda”, semua yang pernah tertulis di dindingnya di waktu-waktu yang lalu akan ditampilkan lagi di saat-saat ini. Misalnya salah satu kenangan saya tanggal 29 November 2011. Saat itu saya tulis begini, “mulanya ketika engkau meminjam hati ini, ku pikir kau akan menjaga dan merawatnya. Tapi justru malah kau kembalikan dalam keadaan terluka”. Yah, terluka di saat itu dan kembali diingatkan facebook perihal luka itu. Saat itu saya berpacaran dengan seseorang, namun berakhir dengan terluka.  


Pengalaman disakiti seperti ini tentunya pernah dialami oleh siapa pun yang pernah jatuh cinta. Siapa yang bermain api harus siap untuk hangus. Pun bermain air harus siap basah. Demikian kata kata pepatah. Namun, bagi saya, ini hanyalah bagian dari pergumulan masa lalu yang sebetulnya sudah hanyut terbawa air dalam bunga rampai dan lika-liku hidup tempo dulu. 

Tetapi menjadikannya sebagai sebuah pembelajaran adalah penting. Bahwa kegagalan adalah hal biasa dan lumrah. Yang menjadi luar biasa adalah bahwa jika kita mampu bangkit dari kegagalan itu.

Saya sudah bangkit dari kegagalan itu, dan menemukan gadis lain, menikah dengannya, dan hingga kini kami dikaruniai dua orang anak. Jadi, tak perlu membenci kegagalan karena darinya kita jadikan cermin untuk berbenah.

Ketika saya gagal dahulu, kata-kata dibawah ini selalu menginspirasi ....


Jika anda gagal satu kali
Ingatlah 
bahwa ada orang
yang telah gagal
berkali-kali
sebelum 
mencapai sukses

Komentar