(Google images)
Kurang lebih enam tahun sudah implementasi Kurikulum 2013. Tetapi sejumlah soal tak kunjung selesai dengan kurikulum ini. Seperti salah satunya adalah pembelajaran tematik di sekolah dasar. Di satu sisi ada yang senang dengan implementasi pembelajaran tematik ini. Namun di sisi lain ada yang malah tidak suka dengan pembelajaran tematik. Yang dipersoalkan oleh kelompok ini adalah ketika pembelajaran setiap hari di kelas dilaksanakan secara tematik namun saat ujian dipisahkan per mata pelajaran. Soal ini tidak hanya dikeluhkan guru tetapi orang tua/wali pun mempersoalkan hal ini.
Suatu ketika saat pembagian buku laporan pendidikan semester pertama tahun 2019/2020, seorang ibu (orang tua dari seorang murid saya) mempertanyakan ihwal ini. "Pak guru, saya malah jadi bingung melihat buku catatan anak saya. Saya tidak tau mana catatan untuk materi pelajaran PKn, mana bahasa indonesia, yang mana IPA, yang mana IPS. Ini tidak seperti kita dulu. Dulu ada catatan setiap mata pelajaran kita buat masing-masing, tidak digabung seperti yang sekarang ini. Pada hal saat anak saya ujian semester kemarin, ujiannya dilaksanakan per mata pelajaran. Nah, saat dia belajar untuk menghadapi ujian sesuai dengan jadwal ujian, dia sendiri malah bingung materi mana yang harus dia pelajari untuk menghadapi ujian tersebut", demikian keluh seorang ibu tersebut.
Saya cuma menjawab sang ibu tersebut begini, "Bu .... Minta maaf. Keluhan ibu ada benarnya. Tapi kami sebagai guru di kelas hanya melaksanakan apa yang sudah diatur dari pusat. Jadi apa pun itu, kita jalani saja ya". Saya kemudian melihat ekspresi kesal dari raut wajah ibu itu ketika mendengar jawaban saya. Entahlah, apa yang ada di benaknya saya pun tak bisa menebak.
Itulah sekelumit soal tentang implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar dalam kurikulum 2013 atau yang lasim dikenal dengan sebutan k13. Otak seorang anak SD ketika akan membaca kembali materi untuk ulangan dan ujian jadinya sedikit sulit memisahkan mata pelajaran dari sebuah subtema. Apalagi buku siswa yang diberikan ke sekolah-sekolah tidak tercantum muatan pelajaran di setiap subtemanya. Ahhhhhhh ..... Kalau seperti ini maka seorang guru SD harus membuat rangkuman materi setiap mata pelajaran sebagai bekal bagi siswa menghadapi ujian.
Komentar