Kuma Dolu Apelabi dan Istrinya Dau Keneq
Kuma Dolu Apelabi. Demikian (kami) anak dan cucu bahkan cece mengenang nama tersebut. Beliau pernah menjadi "Rian Leu" (pimpinan kampung = kepala desa) di Leuwayan pada masanya. Oleh orang-orang Leuwayan, selama tak menjabat lagi sebagai "Rian Leu", beliau sering dipanggil dengan Paremang Kuma.
Mama saya adalah salah satu cucunya. Anak perempuan dari Paremang Kuma bernama Nika Kuma adalah ibunda dari mama saya.
Selama ini saya sendiri tidak pernah tahu bahwa oyang kami, Paremang Kuma ini pernah dipenjara oleh Belanda.
Beberapa waktu lalu di grup WA ‘Orang Leuwayan’, saya baru tahu dari cerita salah satu cucunya (Mathias Wayan, pensiunan polri) bahwa kakek Kuma Dolu ini pernah dipenjara oleh Belanda di sebuah Lapas di Surabaya pada pemerintahan Hindia Belanda.
Berikut secuil kisah tentang Kakek Kuma Dolu yang disampaikan Mathias Wayan di grup WA ‘Orang Leuwayan’.
Kalau sejarah perjalanan Kakek Kuma Dolu, mungkin saya dapat ceritra sedikit. Bermula saat Kakek Kuma Dolu menjabat Demong di Desa Leuwayan dan bertepatan masa Penjajahan Belanda.
Saat itu ada kasus pembunuhan. Selain para pelaku yang diproses, kakek Kuma juga kena imbasnya karena oleh Belanda bahwa Kakek Kuma Dolu dianggap sebagai orang bertanggung jawab dalam kasus kematian tersebut, sehingga terpaksa diproses penjara oleh Belanda.
Bahwa kemudian Kakek Kuma Dolu dikirim ke Surabaya di Lapas Kalisosok, 3 tahun kemudian dikirim ke Penjara Sumbawa Besar.
Di Sumbawa Besar, saat itu zaman Kesultanan Kaharuddin II, dan diperbantukan di Istana Kesultanan sebagai Pengawal Sultan. 1,5 tahun di Sumbawa Kakek Kuma Dolu di kirim ke Penjara Bima.
Setahun kemudian dikirim kembali ke Penjara Kupang. Baru beberapa bulan di penjara Kupang, kemudian pecahlah Perang Bombay. Dampak dari perang tersebut, saat itulah para narapidana bubar dan keluar dari Penjara. Maka, kembalilah Kakek Kuma Dolu ke kampung halamannya di Leuwayan Lembata.
Bahwa setibanya di Kampung, Kakek Kuma Dolu mengasingkan diri dan tinggal di Napo (Leuweheq) di lokasi Kebunya Bapak Umar Seung, karena saat itu anak pertamanya (Wilor Kuma) sudah nikah dengan Bapak Umar Seung.
Setelah bapak saya (Eduardus Kopaq) bertugas sebagai Dansek Polisi Kedang, beberapa tahun kemudian Kakek Kuma Dolu bersama Nenek Dau Keneq kembali tinggal di Leuwayan.
Demikan cerita dari Mathias Wayan, disampaikan di WAG 'Orang Leuwayan' beberapa waktu lalu.
Kakek Kuma Dolu Apelabi, menikah dengan Dau Keneq. Anak-anak dari pernikahannya dengan Dau Keneq ada 6 bersaudara yakni : Wilor Kuma, Nika Kuma, Kopaq Kuma, Dolu Kuma, Atuq Kuma, dan Kayo Kuma.
Dolu Kuma, Anak dari Kuma Dolu yang menjadi tentara AU
Dua orang anaknya yakni Kopaq Kuma menjadi polisi dan Dolu Kuma menjadi tentara. Dolu Kuma, sebelum menjadi tentara pernah menjadi relawan melawan pemberontakan Kahar Muzakar di Makasar.** (Jon Apeutung)


Komentar