Mau Kuliah Gratis, Setelah Selesai Baru Bayar?





Ilustrasi Kampus (foto : google images)

Pemerintah berencana menggulirkan skema kuliah di awal dan bayar di akhir. Pihak kampus menyambut baik rencana pemerintah ini. Pihak kampus mengklaim program tersebut akan mengakomodasi siswa berprestasi dari kalangan kurang mampu. Mereka menyambut positif rencana pemerintah yang akan menggulirkan program pembiayaan bagi mahasiswa.


Rencana tersebut memberi kesempatan bagi warga tak mampu yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata. Skemanya berupa kredit. Skema kredit ini diberikan kepada mereka yang tidak mampu, tetapi secara akademik ada kemampuan.


Namun sebetulnya, program pembiayaan bagi mahasiswa seperti ini dulu pernah digulirkan, namun berhenti karena sistem dan kedisiplinan mahasiswa yang kurang baik. Tidak sedikit ijazah menumpuk di perguruan tinggi karena banyak mahasiswa yang enggan membayar setelah lulus kuliah.

Dulu program tersebut bernama Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI). Digulirkan sekitar tahun 1970-an. Walaupun saat itu didukung pemerintah, program tersebut tidak berjalan sesuai rencana karena sistem yang kurang baik.  

Andaikata digulirkan lagi maka mekanismenya harus betul. Karena dulu banyak janji dan komitmen, tetapi kenyataannya tidak sedikit yang ingkar. Akibatnya ijazah banyak menumpuk di perguruan tinggi. Oleh karena itu, program sebagus ini (pembiayaan bagi mahasiswa) mesti diatur mekanisme atau prosedurnya dengan baik sehingga akan memberi dampak positif bagi kampus dan mahasiswa. Mahasiswa akan sungguh-sungguh ketika kuliah karena dikejar waktu, sedangkan bagi perguruan tinggi memudahkan sistem pembayaran. 

Tulisan ini adalah rewrite dari sindonews.

Komentar